KARYA INOVASI JUANDA KRISNA WIJAYA

Inovasi pembelajaran dinilai sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang aktif, efektif dan efisien. Ide, gagasan, tindakan yang dianggap baru dalam bidang tertentu, untuk memecahkan masalah yang muncul. Inovasi biasanya muncul karena adanya keresahan pihak tertentu (misalnya guru) tentang penyelenggaraan kegiatan (misalnya pembelajaran) dalam mengatasi masalah yang terjadi. Sifat inovasi adalah penggantian, penambahan, penyesuaian, penghapusan, penguatan. Sehingga dengan cara ini, model pembelajaran yang kurang aktif, efektif, dan efisien dapat ditambah, disesuaikan, dikuatkan atau dihapus dan diganti dengan kegiatan pembelajaran dengan model yang baru.

Model baru yang dapat dikembangkan ini harus memiliki tiga prinsip pembelajaran inovatif. Yaitu berpusat pada siswa, berbasis masalah, terintegrasi, berbasis masyarakat, memberikan pilihan, tersistem, dan berkelanjutan. Langkah Membuat Pembelajaran yang Inovatif Agar guru bisa membuat pembelajaran yang inovatif hal pertama yang harus guru lakukan adalah melakukan analisis kebutuhan siswa. Hasil analisis tersebut akan digunakan untuk mendesain pembelajaran yang inovatif. 

Cara yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dapat dilakukan sebagai berikut. Pertama, identifikasi kondisi sosial, melalui data pribadi siswa dan keluarga. Dari data sosial tersebut guru dapat mengetahui tentang latar belakang keluarga, status sosial, pekerjaan orangtua, dan kebiasaan adat istiadat yang berlaku. Melalui pemetaan kodisi sosial, guru dapat merancang pembelajaran sesuai dengan latar belakang sosial peserta didik. Sehingga pembelajaran akan seleras dan kontekstual dengan dunia siswa. Materi yang diajarkan akan dapat dikaitkan secara langsung dalam lingkungan siswa. Sehingga siswa akan menemukan dan mengkontruksikan sindiri ilmu pengetahuan yang diperoleh berdasarkan pengalaman nyata. Kedua, lakukan dialog diawal tahun pelajaran atau diawal semester dengan siswa, ajaklah siswa terlibat dalam merancang pembelajaran. Melalui keterlibatan siswa, guru akan mengetahui apasajakah materi akan diajarkan, model pembelajaran seperti apakah yang diharapkan siswa. Dengan mengetahui kebutuhan tersebut, guru dapat mendesain pembelajaran yang efektif dan dapat diterima siswa. Ketiga, pada setiap proses pembelajaran aktivitas siswa lebih ditonjolkan. Porsi guru dikurangi, guru menjadi fasilitator menyediakan sumber-sumber belajar. Biarlah siswa belajar dan menemukan sindiri, ajaklah mereka berpikir dengan cara guru memberi stimulus dan media inovatif yang membuat siswa aktif. Ketika siswa belajar guru mengamati dan meluruskan apabila mengalami kesulitan. Keempat, gunakan lingkungan dan bahan-bahan yang ada disekitar kita sebagai media pembelajaran. Pembelajaran akan lebih bermakna dan mudah di pahami siswa ketika mereka mengenal dan melakukan. 

 Dengan empat langkah tersebut, guru tidak akan mengalami kesulitan dalam membuat perencanaan pembelajaran. Disetiap pembelajaran akan menarik bagi siswa, karena materi yang akan dipelajari merupakan materi yang kontekstual dan model pembelajaran lebih bervariasi.


https://drive.google.com/drive/folders/1A139tY-36PSaey06XeQ-DbMDXSx7jveT?usp=sharing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Nyata Forum Diskusi Terarah Mengenai Pola Pikir Bertumbuh_rev - KS

Aksi Nyata Topik Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila SD/Paket A

AKSI NYATA KURIKULUM MERDEKA ( BUDAYA POSITIF )