AKSI NYATA MERDEKA BELAJAR

     Mengembangkan potensi-potensi peserta didik, menawarkan pengetahuan kepada peserta didik dalam suatu diskusi. Untuk mengungkapkan gagasan-gagasan peserta didik tentang suatu topik tertentu sehingga yang terjadi adalah pengetahuan tidak ditanamkan secara paksa tetapi ditemukan, diolah dan dipilih oleh murid. Membawa suasana belajar dengan suasana bermain yang nantinya anak belajar dengan pembelajaran menyenangkan melalui multi metode. Sebagai guru menguasai pembelajaran dengan menggunakan IT/ teknologi komunikasi sehingga nantinya akan bisa mendukung pembelajaran lebih menarik dengan mengkolaborasikan antara penyajian materi dengan menggunakan beragam teknologi IT untuk media pembelajaran. Dapat mengidentifikasi dan menyiapkan kebutuhan siswa yang memiliki gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Mendorong kemandirian dan inisiatif siswa dalam belajar. Guru mengajukan pertanyaan terbuka dan memberikan kesempatan beberapa waktu kepada siswa untuk merespon. Mendorong siswa berpikir tingkat tinggi. Mendorong siswa terlibat secara aktif dalam diskusi dengan guru dan siswa lainnya. Mengajak siswa terlibat pengalaman yang menantang. Guru memberikan data, sumber-sumber utama dan materi-materi interaktif. Mengajak siswa belajar melakukan secara langsung. Perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah Bahwa Pendidik sebagai teladan harus mampu menunjukkan bahwa seorang pendidik adalah model yang ideal untuk ditiru oleh peserta didiknya dalam hal perkataan dan perbuatan sehari-hari, serta memancarkan wibawa kejujuran, kesahajaan, kecerdasan, yang selalu membangkitkan semangat dan kesadaran para muridnya untuk melakukan hal yang senada. Membawa pembelajaran yang akan saya lakukan dengan mengedepankan berpusat pada peserta didik. Mekanisme pembelajaran harus terdapat interaksi multi arah. Kegiatan pembelajaran yang dikembangkan bersifat kolaboratif dan kooperatif. Dengan melihat perkembangan zaman penggunaan teknologi komunikasi perlu juga dikolaborasikan ke dalam pembelajaran.


Aktor yang terlibat:

Teman sejawat, kepala sekolah


1. Menyampaikan gagasan proses pembelajaran berdasar filosofos pemikiran KHD kepada Kepala Sekolah dan teman sejawat

2. Membuat dan merancang Rencana Pembelajaran bermakna dan menyenangkan tentang tema Keragaman budaya yang mencerminkan kemerdekaan belajar bagi siswa

3. Menyampaikan materi kepada siswa saat pertemuan tatap muka

4. Meminta siswa menyiapkan bahan bahan gambar keragaman budaya yang nantinya akan di buat kliping kebudayaan daerah


Kendala/ hambatan :

kesiapan belajar siswa yang berbeda, gaya belajar siswa yang berbeda


Dampak yang diharapkan:

Karya yang dihasilkan

Keaktifan siswa

Karakter siswa yang muncul

(percaya diri, kerja keras, kreatif dan inovatif)

Kesesuaian ragam budaya dengan daerah asalnya

Pemahaman siswa tentang ragam budaya Indonesia


1. Perubahan dengan pembelajaran yang melihat pada fase anak SD bahwa pembelajarannya masih berada pada fase bermain. 2. Guru harus tahu bahwa siswa SD berada pada fase perkembangan fisik yang pesat, anak lebih senang bergerak daripada duduk berjam-jam sehingga guru harus dapat merancang model dan media pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah/ bergerak. 3. Tujuan pembelajaran tidak terfokus pada materi dikelas tetapi mampu mengajak peserta didik lebih mengembangkan potensi yang dimilikinya dan menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya dalam pembelajaran IPA pertumbuhan dan perkembangan menanam biji kecambah dengan media kapas dan air,disini siswa diajak berfikir kreatif bagaimana kalau mereka menanam biji dalam jumlah besar dengan media yang berbeda dan mampu mepraktekannya di masyarakat. 4. Mampu menjadi teladan, fasilitator dan motivator bagi peserta didik dengan baik (Menerapkan trilogi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara) 5. Lebih menekankan pendidikan budi pekerti/ karakter dalam pembelajaran. Dengan menekankan kompetensi sikap yang baik dengan sendirinya membawa dampak yang baik untk kompetensi pengetahuan dan keterampilan 4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan prinsip kebudayaan, misalnya menggunakan Bahasa sendiri “jawa” setiap hari sabtu.


Perasaan senang dan bersemangat


Kendala/ hambatan :

kesiapan belajar siswa yang berbeda, gaya belajar siswa yang berbeda


Hal Baru yang saya pelajari :

Perubahan konkret yang saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah Bahwa Pendidik sebagai teladan harus mampu menunjukkan bahwa seorang pendidik adalah model yang ideal untuk ditiru oleh peserta didiknya dalam hal perkataan dan perbuatan sehari-hari, serta memancarkan wibawa kejujuran, kesahajaan, kecerdasan, yang selalu membangkitkan semangat dan kesadaran para muridnya untuk melakukan hal yang senada. Membawa pembelajaran yang akan saya lakukan dengan mengedepankan berpusat pada peserta didik. Mekanisme pembelajaran harus terdapat interaksi multi arah. Kegiatan pembelajaran yang dikembangkan bersifat kolaboratif dan kooperatif. Dengan melihat perkembangan zaman penggunaan teknologi komunikasi perlu juga dikolaborasikan ke dalam pembelajaran


https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/aksi-nyata/889889?topik_name=Merdeka%20Belajar&topik_id=1


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Nyata Forum Diskusi Terarah Mengenai Pola Pikir Bertumbuh_rev - KS

Aksi Nyata Topik Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila SD/Paket A

AKSI NYATA KURIKULUM MERDEKA ( BUDAYA POSITIF )